Tuesday, April 16, 2013

Apa Yang Salah dengan Kimia??

Mengingat kembali masa-masa saat berada di SMA..
Dulu diantara pelajaran MIPA di sekolah,kimia saya adalah pelajaran yang nilainya selalu lebih tinggi diantara 3 pelajaran eksak yang lain (Fisika,Matematika,dan Biologi).

Rata-rata nilai raport saya selama 3 semester bahkan diatas 90 bahkan walau ditambah dengan semester 1 dan 2,rata-ratanya akan lebih tinggi lagi [Nilai Undangan].
Nilai UN saya pun tergolong cukup tinggi yaitu 95 itupun saya kerjakan dalam waktu 90menit (waktu yang disediakan 120menit).

Bahkan ketika mendaftar SNMPTN Undangan,saya merasa sangat menguasai pelajaran tersebut sehingga saya mendaftarkan diri ke Sekolah Farmasi(SF) ITB,karena selama ini nilai2 kimia tersebut benar2 murni,bukan hasil mencontek. Namun seperti dugaan saya,saya tidak diterima :P

Kemudian saya kembali ke minat awal saya (STEI ITB). Saya mendaftarkan diri ikut Ujian Tertulis,dan puji Tuhan saya LOLOS.

Namun apa yang terjadi di ITB? pada saat pembagian nilai UTS semester 1,nilai Kimia saya sangat hancur.
Bayangkan,saya biasa mendapat nilai diatas 90,sekarang mendapat 45 (kategori D)!! Padahal rata-rata kelas saya waktu itu 72 (kategori A).

Sedih rasanya,tidak mengerti apa yang salah dengan saya? Ketika TO SNMPTN Tertulis Kimia termasuk pelajaran yang menyumbang kontribusi cukup besar pada Grade saya (5-8% dari maksimal 10%).
Tapi begitu di ITB dan menjalani perkuliahan,nilai saya bisa sampai seburuk itu.

Dari hal itu saya pun tersadar,betapa beruntungnya saya dulu tidak diterima di SF ITB.
Mungkin itu yang terbaik untuk saya. Bisa dibayangkan kalau selama 4 tahun saya harus mengikuti perkuliahan yang ternyata bukan passion saya,wah babak belur sudah...

Belajar bersyukur,ambil pelajaran dari kegagalan2 kita,tapi tetap berusaha terus lebih baik.
Orang2 selalu mengingatkan saya "Di atas langit masih ada langit",karena itu saya ingin terus mencapai langit yang lebih tinggi sampai akhir hidup yang singkat ini.