Sunday, August 25, 2013

Seperti apa OSPEK Himpunan Informatika ITB?

Saat ini saya sedang menjalani OSJUR (Saya lebih suka menyebutnya Ospek Himpunan) Informatika di Institut Teknologi Bandung.

Saya ingin berbagi pengalaman dan pendapat saya tentang ospek ini..
Beberapa minggu lalu saya sempat melihat foto (mungkin karya anak Bangsa) yang membandingkan ospek di Indonesia dengan negara lain..



Untungnya di ITB,khususnya Himpunan Informatika tidak persis seperti itu.. Walaupun ada atribut-atribut yang harus kami pakai,tapi semua itu memiliki alasan yang RASIONAL mengapa atribut-atribut tersebut harus ada.

Bagi yang belum tau. Atribut-atribut atau spek yang harus ada tersebut memiliki tujuan untuk kelancaran acara OSPEK kawan. Jadi kenapa harus marah jika itu untuk kebaikan kita sendiri?


Lalu sebenarnya Ospek Himpunan Informatika di ITB seperti apa?


Friday, July 19, 2013

Kesibukan Kampus

Akhir-akhir ini Saya mulai sibuk dengan OSJUR atau bisa dibilang OSPEK HIMPUNAN.

Di ITB sebelum memasuki suatu Himpunan kami di Kaderisasi terlebih dahulu sampai dinilai layak untuk menjadi bagian dari Himpunan..
Lamanya Osjur sendiri bervariasi mulai dari 1 bulan,hingga 1 tahun tergantung apakah kami cepat atau lambat untuk layak "dititipi" Organisasi tersebut. .

Saya juga paham.. Apabila kami sangat buruk,apa jadinya Himpunan kami nantinya bila kami yang memimpin?

Saya pun akhirnya tersadar bahwa untuk menulis itu tidaklah mudah. .
Banyak waktu kosong yang saya butuhkan untuk dapat inspirasi dan keinginan untuk mulai menulis..
Dengan adanya kesibukan Osjur ini maka saya jadi tidak sempat lagi untuk mengupdate blogg.

Saya Mohon maaf bila ada yang kecewa. Saya akan berusaha untuk tetap membagikan hal-hal menarik yang saya rasakan agar setiap orang yang membaca dapat merasakannya juga.


**TERIMA KASIH** 

Tuesday, May 7, 2013

THE BILIONAIRE Thai Movie (Film Thailand “Miliarder”)


Sang miliarder..
Ya,begitulah judulnya. Saya menyaksikan film ini di youtube..
Teman saya membagikannya lewat facebook,karena penasaran langsung saja saya membuka untuk menontonnya.

Cerita dimulai dengan seorang anak muda yang ingin meminjam uang di bank,kemudian dia menceritakan perjuangannya yang sangat inspiratif,,
Saya sendiri seorang Mahasiswa,saya senang belajar ilmu-ilmu pengetahuan..
Saya masuk ITB dengan kemauan saya sendiri,tidak perlu dipaksa-paksa oleh orang tua.
Tapi TOP (Pemain utamanya) mengambil jalan yang berbeda dengan saya,bahkan sudah dipaksa orang tuanya,dia tetap tidak mau kuliah dan memilih berjualan “kacang”.
Pada saat menyaksikan film saya sempat berfikir,”Bagaimana bisa dia masih tetap melakukan hal-hal yang tidak menghasilkan apapun,bahkan setelah gagal dan rugi besar,tertipu,bahkan setelah orangtua nya pindah keluar negeri karena terlilit hutang,dan sampai semua yang dia punya sudah terjual  habis?”

Akhirnya Top berhasil dengan menjual "Rumput Laut" bermerek Tao Kae Noi.
Secara kebetulan melihat produk ini di SPBU jalan tol dari Bandung ke Bekasi.
Saya putuskan untuk membeli 2 buah yang berbeda rasa dengan harga @12.000 Rupiah

Setelah saya coba,sebenarnya menurut saya tidak enak,tidak cocok dengan lidah orang Indonesia..
Tapi itulah hebatnya dia (Top),bisa melihat peluang disana.



Kembali ke cerita itu. .
Saya melihat pengorbanan besar yang dia lakukan untuk bisa sukses.
Harga mahal yang harus dia bayar,dan saya rasa dia layak mendapatkannya..
Disana saya melihat sebuah “Kesetiaan” dari Paman TOP..

Film ini sangat menyentuh saya untuk terus berjuang dan Pantang menyerah.
Cerita ini juga menyadarkan saya untuk juga belajar langsung dari lapangan.
Film ini sangat cocok untuk kita bangsa Indonesia untuk menumbuhkan dan memperkuat jiwa entrepreneur.

Tuesday, April 16, 2013

Apa Yang Salah dengan Kimia??

Mengingat kembali masa-masa saat berada di SMA..
Dulu diantara pelajaran MIPA di sekolah,kimia saya adalah pelajaran yang nilainya selalu lebih tinggi diantara 3 pelajaran eksak yang lain (Fisika,Matematika,dan Biologi).

Rata-rata nilai raport saya selama 3 semester bahkan diatas 90 bahkan walau ditambah dengan semester 1 dan 2,rata-ratanya akan lebih tinggi lagi [Nilai Undangan].
Nilai UN saya pun tergolong cukup tinggi yaitu 95 itupun saya kerjakan dalam waktu 90menit (waktu yang disediakan 120menit).

Bahkan ketika mendaftar SNMPTN Undangan,saya merasa sangat menguasai pelajaran tersebut sehingga saya mendaftarkan diri ke Sekolah Farmasi(SF) ITB,karena selama ini nilai2 kimia tersebut benar2 murni,bukan hasil mencontek. Namun seperti dugaan saya,saya tidak diterima :P

Kemudian saya kembali ke minat awal saya (STEI ITB). Saya mendaftarkan diri ikut Ujian Tertulis,dan puji Tuhan saya LOLOS.

Namun apa yang terjadi di ITB? pada saat pembagian nilai UTS semester 1,nilai Kimia saya sangat hancur.
Bayangkan,saya biasa mendapat nilai diatas 90,sekarang mendapat 45 (kategori D)!! Padahal rata-rata kelas saya waktu itu 72 (kategori A).

Sedih rasanya,tidak mengerti apa yang salah dengan saya? Ketika TO SNMPTN Tertulis Kimia termasuk pelajaran yang menyumbang kontribusi cukup besar pada Grade saya (5-8% dari maksimal 10%).
Tapi begitu di ITB dan menjalani perkuliahan,nilai saya bisa sampai seburuk itu.

Dari hal itu saya pun tersadar,betapa beruntungnya saya dulu tidak diterima di SF ITB.
Mungkin itu yang terbaik untuk saya. Bisa dibayangkan kalau selama 4 tahun saya harus mengikuti perkuliahan yang ternyata bukan passion saya,wah babak belur sudah...

Belajar bersyukur,ambil pelajaran dari kegagalan2 kita,tapi tetap berusaha terus lebih baik.
Orang2 selalu mengingatkan saya "Di atas langit masih ada langit",karena itu saya ingin terus mencapai langit yang lebih tinggi sampai akhir hidup yang singkat ini.

Saturday, March 2, 2013

Belajar Menghargai Jalan Orang lain

Kita sudah besar,dan kini harus memilih jalan kehidupan yang akan kita lalui dimasa depan.
1 hal yang sedang saya renungi saat ini,yaitu “Belajar Menghargai Jalan Orang Lain”.
Ketika kelas 12SMA,entah mengapa saya menjadi seperti “gila ilmu”. Saya senang mendapat pengetahuan-pengetahuan baru tentang Ilmu Pengetahuan baik yang secara umum maupun akademik.Beberapa pendapat bilang saya gila belajar,padahal itu sama sekali tidak benar.



Setelah lulus SMA saya pun memutuskan untuk kuliah dan mengambil jurusan teknik.
Disinilah cara pandang saya “Salah Total”. Sebelum saya lulus,kakek saya pernah berpesan “Orang yang berhasil adalah mereka yang sukses dalam pendidikannya”.Saya selalu memikirkan dan meresapi kalimat ini,sehingga seperti menyatu dengan diri saya sendiri.
Sehingga saya termotivasi untuk berhasil dalam pendidikan.

Internet Rusak

Sudah lama saya tidak membuat postingan baru di blog ini karena internet kos-an sedang rusak.
Yang lebih parahnya sampai 2 minggu lebih belum diperbaiki..
Jadi kegiatan kuliahpun jadi terganggu..


Ya,di kos-an saya  tidak ada TV,membuat saat-saat di kamar kos menjadi tambah membosankan..
Tapi sekarang sudah diperbaiki,jadi saya bisa mulai membagi cerita lagi lewat blog ini buat semua orang..