Saturday, March 22, 2014

SMA Santa Maria Monica

Sekilas sejarah Santa Maria Monica

Bermula dari pembicaraan para alumnus SGA Bruderan Purworejo pada saat reuni di Jakarta dan di Purworejo pada tahun 1985. Pokok pembicaraan mereka adalah tentang perjuangan merebut kemerdekaan dan usaha mengisi kemerdekaan sekarang ini.Pada akhirnya para alumnus sekolah guru tersebut sepakat untuk berbuat sesuatu bagi bangsa dan negara sesuai dengan ilmu dan profesi mereka.Keinginan luhur putra-putri daerah tersebut terwujud dengan berdirinya sekolah Katolik Santa Maria Monica yang berada dibawah naungan yayasan pendidikan Handayani.Sekolah Santa Maria Monica ini berdiri pada tanggal 15 Agustus 1985, yang mula-mula hanya memiliki 1 kelas TK dan menggunakan rumah BTN di JL. Mahoni 6 B1/6 perumahan Bekasi Jaya Indah.Pada tahun 1986, yayasan membuka SD Santa Maria Monica yang juga masih menggunakan rumah BTN di JL. Mahoni 5 B1/6 perumahan Bekasi Jaya Indah atau tepatnya dibelakang TK Monica.Hal tersebut dilakukan karena:
  1. Permintaan orang tua murid TK.
  1. Keinginan memberikan pendidikan yang bermutu bagi para lulusan TK Santa Maria Monica.
  1. Masih kurangnya sekolah katolik pada saat itu. Seiring dengan perjalanan waktu, murid santa maria monica pun semakin bertambah, sehingga tidak lagi memungkinan untuk tetap menggunakan perumahan BTN sebagai kelas. Maka pada tahun 1987 dibangunlah gedung sekolahan Santa Maria Monica di JL. Karang Satria 1 KP.Cerewet, Bekasi. Bersamaan dengan itu dibukalah SMP yang juga menggunakan nama Santa Maria Monica.
Bangunan sekolah yang baru tersebut mula mula hanya terdiri dari 3 lokal kelas yang kemudian digunakan untuk TK. SD dan SMP.Setelah sekolah Santa Maria Monica berada di JL. Karang Satria, keberadaannya semakin dikenal masyarakat luas, dan pendidikan yang diberikannyapun semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat pada sekolah tersebut. Hal initerbukti dengan bertambahnya siswa Santa Maria Monica dari tahun ke tahun.Seiring dengan bertambahnya jumlah siswa ruang-ruang belajarnya juga semakin bertambah. Pada saat ini St. Maria Monica telah memiliki lebih dari 40 kelas lokal. Perkembangan sekolah St. Maria Monica sampai diusia 24 ini semakin mantap, baik sarana, prasarana, maupun mutu pendidikannya.Terbukti dengan diperolehnya akreditasi sekolah dari Depdikbud dengan status DI-SAMAKAN untuk, SD, SMP dan SMA. 
 Sumber : http://stmaria-monica.sch.id/index.php/ct-menu-item-43/668-article-1

Saya tidak dapat menemukan sejarah singkat SMA Monica,bahkan di wikipedia.
Tapi setau saya,berdasarkan buku kenangan 24 tahun yayasan pendidikan handayani SMA saya ini ada sejak tahun 1998.

Info lebih lanjut :
Facebook SMA Santa Maria Monica
Twitter SMA Santa Maria Monica

Sekarang saya ingin berbagi cerita dan pendapat saya mengenai SMA saya ini..
Tulisan ini dibuat untuk memberikan gambaran/perspektif dari sudut pandang saya kepada adik-adik yang mungkin sedang mencari sekolah untuk jenjang SMA.

Monday, March 17, 2014

Belajar di Informatika ITB

Sudah lama ga ngisi blog ini lagi..
Karena kesibukan kuliah membuat malas mengisi blog ini. hahaha
Ditambah lagi HP sudah rusak sejak Desember 2013 lalu sampai sekarang,jadi tidak bisa mengambil gambar apapun kalau ada kegiatan seru seputar kampus.

Saya termasuk orang yang senang browsing-browsing,cari berita politik,teknologi,apalagi pendidikan,dan ilmu-ilmu lain yang menurut saya mungkin berguna dimasa mendatang. Tentunya juga tentang bidan yang sedang saya pelajari disini.
Tapi taukah anda bahwa sebenarnya kuliah di Informatika ITB sangat menyenangkan jika anda memang menyukai bidang ini.
Karena tidak jarang tugas kuliah mengharuskan kita mengeksplorasi pengetahuan dari sumber-sumber lain terutama internet..




Latar belakang programming saya sangat minim,saat sekolah dulu saya hanya senang main game dan saya ingin masuk teknik karena menurut saya Insinyur (Sarjana Teknik) itu adalah penolong bagi orang banyak.
Penemuan atau karya Insinyur bisa berguna bahkan setelah orang tersebut meninggal.

Menurut saya belajar di Informatika ITB cukup berat apalagi kalau saat masuk tidak memiliki pengalaman yang cukup di bidang ini,tapi percayalah banyak yang tidak bisa juga seperti saya awalnya. Menurut salah satu dosen saya Rinaldi Munir,kuliah di Informatika ITB itu 70% ilmunya dapat dari luar (diskusi,search internet,baca buku,dll),hanya 30% yang dari kuliah..
Habit belajar disini juga berbeda ketika saya masih tingkat 1 (TPB) apalagi SMA.
Waktu tidur dan bermain tidak lagi sebanyak dulu.
Manage waktu juga penting,karena peningkatan aktivitas disini di awal Semester sampai akhir itu eksponensial. Itulah sekilas tentang program studi saya.

Bagi adik-adik atau teman-teman yang ingin lebih tau seperti apa Informatika ITB,datang saja kunjungan ke HMIF (Himpunan Mahasiswa Informatika). Pasti akan kami sambut.


~~ GOOD LUCK ~~

Sunday, August 25, 2013

Seperti apa OSPEK Himpunan Informatika ITB?

Saat ini saya sedang menjalani OSJUR (Saya lebih suka menyebutnya Ospek Himpunan) Informatika di Institut Teknologi Bandung.

Saya ingin berbagi pengalaman dan pendapat saya tentang ospek ini..
Beberapa minggu lalu saya sempat melihat foto (mungkin karya anak Bangsa) yang membandingkan ospek di Indonesia dengan negara lain..



Untungnya di ITB,khususnya Himpunan Informatika tidak persis seperti itu.. Walaupun ada atribut-atribut yang harus kami pakai,tapi semua itu memiliki alasan yang RASIONAL mengapa atribut-atribut tersebut harus ada.

Bagi yang belum tau. Atribut-atribut atau spek yang harus ada tersebut memiliki tujuan untuk kelancaran acara OSPEK kawan. Jadi kenapa harus marah jika itu untuk kebaikan kita sendiri?


Lalu sebenarnya Ospek Himpunan Informatika di ITB seperti apa?


Friday, July 19, 2013

Kesibukan Kampus

Akhir-akhir ini Saya mulai sibuk dengan OSJUR atau bisa dibilang OSPEK HIMPUNAN.

Di ITB sebelum memasuki suatu Himpunan kami di Kaderisasi terlebih dahulu sampai dinilai layak untuk menjadi bagian dari Himpunan..
Lamanya Osjur sendiri bervariasi mulai dari 1 bulan,hingga 1 tahun tergantung apakah kami cepat atau lambat untuk layak "dititipi" Organisasi tersebut. .

Saya juga paham.. Apabila kami sangat buruk,apa jadinya Himpunan kami nantinya bila kami yang memimpin?

Saya pun akhirnya tersadar bahwa untuk menulis itu tidaklah mudah. .
Banyak waktu kosong yang saya butuhkan untuk dapat inspirasi dan keinginan untuk mulai menulis..
Dengan adanya kesibukan Osjur ini maka saya jadi tidak sempat lagi untuk mengupdate blogg.

Saya Mohon maaf bila ada yang kecewa. Saya akan berusaha untuk tetap membagikan hal-hal menarik yang saya rasakan agar setiap orang yang membaca dapat merasakannya juga.


**TERIMA KASIH** 

Tuesday, May 7, 2013

THE BILIONAIRE Thai Movie (Film Thailand “Miliarder”)


Sang miliarder..
Ya,begitulah judulnya. Saya menyaksikan film ini di youtube..
Teman saya membagikannya lewat facebook,karena penasaran langsung saja saya membuka untuk menontonnya.

Cerita dimulai dengan seorang anak muda yang ingin meminjam uang di bank,kemudian dia menceritakan perjuangannya yang sangat inspiratif,,
Saya sendiri seorang Mahasiswa,saya senang belajar ilmu-ilmu pengetahuan..
Saya masuk ITB dengan kemauan saya sendiri,tidak perlu dipaksa-paksa oleh orang tua.
Tapi TOP (Pemain utamanya) mengambil jalan yang berbeda dengan saya,bahkan sudah dipaksa orang tuanya,dia tetap tidak mau kuliah dan memilih berjualan “kacang”.
Pada saat menyaksikan film saya sempat berfikir,”Bagaimana bisa dia masih tetap melakukan hal-hal yang tidak menghasilkan apapun,bahkan setelah gagal dan rugi besar,tertipu,bahkan setelah orangtua nya pindah keluar negeri karena terlilit hutang,dan sampai semua yang dia punya sudah terjual  habis?”

Akhirnya Top berhasil dengan menjual "Rumput Laut" bermerek Tao Kae Noi.
Secara kebetulan melihat produk ini di SPBU jalan tol dari Bandung ke Bekasi.
Saya putuskan untuk membeli 2 buah yang berbeda rasa dengan harga @12.000 Rupiah

Setelah saya coba,sebenarnya menurut saya tidak enak,tidak cocok dengan lidah orang Indonesia..
Tapi itulah hebatnya dia (Top),bisa melihat peluang disana.



Kembali ke cerita itu. .
Saya melihat pengorbanan besar yang dia lakukan untuk bisa sukses.
Harga mahal yang harus dia bayar,dan saya rasa dia layak mendapatkannya..
Disana saya melihat sebuah “Kesetiaan” dari Paman TOP..

Film ini sangat menyentuh saya untuk terus berjuang dan Pantang menyerah.
Cerita ini juga menyadarkan saya untuk juga belajar langsung dari lapangan.
Film ini sangat cocok untuk kita bangsa Indonesia untuk menumbuhkan dan memperkuat jiwa entrepreneur.

Tuesday, April 16, 2013

Apa Yang Salah dengan Kimia??

Mengingat kembali masa-masa saat berada di SMA..
Dulu diantara pelajaran MIPA di sekolah,kimia saya adalah pelajaran yang nilainya selalu lebih tinggi diantara 3 pelajaran eksak yang lain (Fisika,Matematika,dan Biologi).

Rata-rata nilai raport saya selama 3 semester bahkan diatas 90 bahkan walau ditambah dengan semester 1 dan 2,rata-ratanya akan lebih tinggi lagi [Nilai Undangan].
Nilai UN saya pun tergolong cukup tinggi yaitu 95 itupun saya kerjakan dalam waktu 90menit (waktu yang disediakan 120menit).

Bahkan ketika mendaftar SNMPTN Undangan,saya merasa sangat menguasai pelajaran tersebut sehingga saya mendaftarkan diri ke Sekolah Farmasi(SF) ITB,karena selama ini nilai2 kimia tersebut benar2 murni,bukan hasil mencontek. Namun seperti dugaan saya,saya tidak diterima :P

Kemudian saya kembali ke minat awal saya (STEI ITB). Saya mendaftarkan diri ikut Ujian Tertulis,dan puji Tuhan saya LOLOS.

Namun apa yang terjadi di ITB? pada saat pembagian nilai UTS semester 1,nilai Kimia saya sangat hancur.
Bayangkan,saya biasa mendapat nilai diatas 90,sekarang mendapat 45 (kategori D)!! Padahal rata-rata kelas saya waktu itu 72 (kategori A).

Sedih rasanya,tidak mengerti apa yang salah dengan saya? Ketika TO SNMPTN Tertulis Kimia termasuk pelajaran yang menyumbang kontribusi cukup besar pada Grade saya (5-8% dari maksimal 10%).
Tapi begitu di ITB dan menjalani perkuliahan,nilai saya bisa sampai seburuk itu.

Dari hal itu saya pun tersadar,betapa beruntungnya saya dulu tidak diterima di SF ITB.
Mungkin itu yang terbaik untuk saya. Bisa dibayangkan kalau selama 4 tahun saya harus mengikuti perkuliahan yang ternyata bukan passion saya,wah babak belur sudah...

Belajar bersyukur,ambil pelajaran dari kegagalan2 kita,tapi tetap berusaha terus lebih baik.
Orang2 selalu mengingatkan saya "Di atas langit masih ada langit",karena itu saya ingin terus mencapai langit yang lebih tinggi sampai akhir hidup yang singkat ini.