Saya adalah seorang putra Bekasi.
Saya lahir di Jakarta,namun besar di Bekasi.
Ayah saya bekerja di Jakarta dan Ibu saya besar di Jakarta,sehingga saya cukup sering ke Jakarta untuk bertamu ke rumah kakek ataupun jalan-jalan. Maklum saja orang Bekasi kalau ingin jalan-jalan yang agak jauh biasanya ke Jakarta. Kalau libur agak panjang biasanya ke Bogor atau Bandung.
Karena kedekatan itulah mau tidak mau timbul rasa "ikut memiliki" terhadap daerah Jakarta selain faktor DKI yang merupakan Ibu Kota Negara. Tahun 2012 adalah tahun yang sangat berkesan bagi saya,selain lulus masuk ITB,tahun itu juga pertama kalinya saya perduli dengan politik setelah muncul sosok Jokowi-Ahok. Massa non-bayaran yang hatinya tergerak ikut membantu pasangan ini menjadi DKI 1 dan DKI 2.
Tapi itu bukanlah awal saya percaya ada politisi jujur. Jujur saja saat SMA saya sama seperti masyarakat pada umumnya yang menganggap politisi itu pasti korup,kalaupun terlihat baik paling-paling hanya pencitraan menjelang Pemilihan Umum.
Lalu muncul lah channel Pemprov DKI di Youtube yang berisi video kegiatan Jokowi dan Ahok.
Monday, April 25, 2016
Saturday, March 21, 2015
Ketika Kebutuhan Hidup Semakin Mahal
Tulisan ini berawal dari kemarahan saya melihat tingkah laku anak Kos di tempat saya.
Saya sudah pindah tempat kos,tidak lagi di Tubagus Ismail,walaupun masih dekat searah dengan kos lama (Tambah Jauh).
Memang sekarang kos saya lebih mahal dibanding dengan kos saya yang lama (jika hanya dilihat dari harga),tapi disini lebih worth jika dibandingkan fasilitasnya.
Ga heran disini banyak penghuni kos yang bisa dibilang cukup kaya atau bahkan kaya karena sehari-hari beberapa mereka kemana-mana naik mobil,dan sisanya naik motor. Walau ada juga 1 orang yang naik sepeda.
Saya cukup senang masak. (Coba2 aja,kadang lumayan berhasil,kadang gagal alias tidak enak).
Jadi saya suka sekali memperhatikan isi kulkas (kebiasaan sejak di rumah).
Sudah lebih dari 1 tahun Kos disini dan saya sering tertegun melihat kelakuan penghuni kos yang suka membeli bahan makanan,kemudian hanya untuk dibiarkan membusuk beberapa bulan kemudian.
Saya sudah pindah tempat kos,tidak lagi di Tubagus Ismail,walaupun masih dekat searah dengan kos lama (Tambah Jauh).
Memang sekarang kos saya lebih mahal dibanding dengan kos saya yang lama (jika hanya dilihat dari harga),tapi disini lebih worth jika dibandingkan fasilitasnya.
Ga heran disini banyak penghuni kos yang bisa dibilang cukup kaya atau bahkan kaya karena sehari-hari beberapa mereka kemana-mana naik mobil,dan sisanya naik motor. Walau ada juga 1 orang yang naik sepeda.
Saya cukup senang masak. (Coba2 aja,kadang lumayan berhasil,kadang gagal alias tidak enak).
Jadi saya suka sekali memperhatikan isi kulkas (kebiasaan sejak di rumah).
Sudah lebih dari 1 tahun Kos disini dan saya sering tertegun melihat kelakuan penghuni kos yang suka membeli bahan makanan,kemudian hanya untuk dibiarkan membusuk beberapa bulan kemudian.
Menggelikannya Propaganda Mahasiswa Sekarang
Tadinya gw pikir orang2 yang masuk kategori miskin di Indonesia itu yang ga punya rumah (paling bagus ngontrak),yang ga punya kendaraan (kalaupun punya motor butut yang ga kuat laju jauh),yang duitnya pas2an untuk makan 2 atau 1 kali sehari atau bahkan ga tau bisa makan atau ga besok,dll..
Tapi ternyata menurut pandangan (kebanyakan) Mahasiswa (yang aktivis barangkali),rakyat miskin itu yang akan menderita saat harus bayar pajak lebih untuk rumahnya,yang tersiksa harus bayar lebih untuk beli BBM,yang setiap hari akan menggerutu karna harga daging makin mahal,yang terbebani karna harus bayar tol lebih mahal,dan yang merasa terzolimi karena harus bayar lebih mahal ongkos kereta jarak jauh.
Padahal ada Mahasiswa yang dengan tega mengambil beasiswa (yang butuh SURAT KETERANGAN TIDAK MAMPU) padahal dia masih mampu.
Tapi ternyata menurut pandangan (kebanyakan) Mahasiswa (yang aktivis barangkali),rakyat miskin itu yang akan menderita saat harus bayar pajak lebih untuk rumahnya,yang tersiksa harus bayar lebih untuk beli BBM,yang setiap hari akan menggerutu karna harga daging makin mahal,yang terbebani karna harus bayar tol lebih mahal,dan yang merasa terzolimi karena harus bayar lebih mahal ongkos kereta jarak jauh.
Padahal ada Mahasiswa yang dengan tega mengambil beasiswa (yang butuh SURAT KETERANGAN TIDAK MAMPU) padahal dia masih mampu.
Wednesday, May 28, 2014
Presiden Pilihan Rakyat (Pilpres 2014) : Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta
Pemilihan Presiden 2014 semakin dekat (9 Juni 2014),hanya ada 2 pasang calon presiden dan wakil presiden yang mendaftar ke KPU.
Saya rasa hampir seluruh rakyat Indonesia pasti sudah tau siapa saja mereka.
Saya rasa hampir seluruh rakyat Indonesia pasti sudah tau siapa saja mereka.
Berbagai dukunganpun mulai muncul untuk kedua calon tersebut dari berbagai daerah dan berbagai kalangan.
Perdebatan tentang siapa yang lebih baik diantara keduanya untuk memimpin negeri ini sebagai Presiden pun semakin banyak ditelevisi dan terutama di media sosial..
Ada yang mengutarakan pendapatnya dengan bijak,tapi tidak sedikit pula yang malah melakukan kampanye hitam kepada lawan pilihannya.
Ada yang mengutarakan pendapatnya dengan bijak,tapi tidak sedikit pula yang malah melakukan kampanye hitam kepada lawan pilihannya.
Friday, April 18, 2014
Kedatangan Jokowi di Kampus ITB
2 Hari yang lalu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) datang ke kampus kami.
Tujuan kedatangan beliau sebenarnya adalah untuk menandatangani MoU mengenai kerjasama ITB dan Pemprov DKI Jakarta. Rencananya beliau juga akan mengisi kuliah umum di aula timur.
Namun karena sekarang ini adalah tahun politik,kami ingin mengingatkan siapapun tokoh politik yang datang,kampus kami harus bebas dari politisasi.
Aksi yang kami lakukan ini memang kesepakatan KM ITB,bukan oknum.
Tujuan kedatangan beliau sebenarnya adalah untuk menandatangani MoU mengenai kerjasama ITB dan Pemprov DKI Jakarta. Rencananya beliau juga akan mengisi kuliah umum di aula timur.
Namun karena sekarang ini adalah tahun politik,kami ingin mengingatkan siapapun tokoh politik yang datang,kampus kami harus bebas dari politisasi.
Aksi yang kami lakukan ini memang kesepakatan KM ITB,bukan oknum.
Sunday, March 23, 2014
Alumni Pertama
Saya adalah alumni pertama dari SMA saya (Santa Maria Monica) yang masuk ITB.
Saya tidak bisa membuktikan kebenaran hal itu,tapi saya sudah mencari sejak awal kelas 12 sampai awal tingkat 2 di sini,tidak saya temukan ada kakak kelas yang pernah kuliah disini.
Saya juga sudah bertanya pada guru saya yang telah mengajar 10tahun (pada tahun 2012),mereka tidak tau. Kepo-kepo di Facebook dan Twitter juga tetap tidak menemukan.
Saya pikir memang sangat berat masuk ITB kalau dari sekolah saya,terutama untuk jurusan saya sekarang ini. Karena tidak ada motivasi dari lingkungan sekitar. Harus mencari sendiri motivasi itu. Guru kamipun kurang peduli dengan alumninya yang ke PTN.
Saya tidak bisa membuktikan kebenaran hal itu,tapi saya sudah mencari sejak awal kelas 12 sampai awal tingkat 2 di sini,tidak saya temukan ada kakak kelas yang pernah kuliah disini.
Saya juga sudah bertanya pada guru saya yang telah mengajar 10tahun (pada tahun 2012),mereka tidak tau. Kepo-kepo di Facebook dan Twitter juga tetap tidak menemukan.
Saya pikir memang sangat berat masuk ITB kalau dari sekolah saya,terutama untuk jurusan saya sekarang ini. Karena tidak ada motivasi dari lingkungan sekitar. Harus mencari sendiri motivasi itu. Guru kamipun kurang peduli dengan alumninya yang ke PTN.
Subscribe to:
Posts (Atom)
